Pisang yang selama ini mungkin sekedar dianggap sebagai buah pencuci mulut yang berserat tinggi, apabila dikaji dan dipahami lebih dalam akan mengandung berbagai macam pelajaran.
Pohon Pisang
Pohon pisang merupakan puhon yang tidak berkayu yang hanya terdiri dari pelepah yang rapuh, yang saling bertumpuk, saling menopang sehingga menjadi satu kesatuan “pohon pisang”, yang walaupun tidak berkayu tetapi merupakan pohon yang kokoh, yang dapat menopang buah yang sedemikian banyaknya. Pohon pisang juga tidak ada yang bengkok, selalu lurus tegak berdiri, walau ada yang menyatakan bahwa pohon pisang tidak bisa dianggap pohon karena tidak berkayu. pelepah pisang selalu meregenerasi, pelepah yang sudah tua dengan sendirinya akan mengelupas dan kering agar digantikan dengan pelepah yang lebih muda begitu juga dengan pohon pisang, apabila telah berbuah dan matang buahnya maka pohon pisang akan mati dengan sendirinya dan dari bonggolnya akan muncul tunas-tunas baru artinya pohon pisang selalu siap “meregenerasi” dan siap “diregenerasi” dengan mudah. Pohon pisang juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan diantanya: pelepah bisa untuk tali, pohon (gedebog) bisa dipakai untuk menancapkan bunga hiasan dan wayang kulit pada saat pagelaran wayang kulit. Pohon pisang juga dapat tumbuh di berbagai macam jenis tanah dan iklim.
Daun Pisang
Daun pisang adalah daun dari pohon pisang yang mempunyai banyak manfaat. Diantara manfaat tersebut adalah sebagai bahan dekorasi dalam acara keagamaan dan tradisional. Sebenarnya bukan hanya sebagai bahan dekorasi tetapi dipakai sebagai simbol permohonan kepada Tuhan agar acara/ hajatan tersebut dapat seperti daun pisang yang bisa menaungi dan bermanfaat bagi orang banyak.
Selain dalam acara keagamaan, daun pisang juga bisa dipakai sebagai pelengkap dalam kuliner, karena bahan polifenol seperti pada daun teh yang terkandung dalam daun pisang dapat membuat masakan lebih enak dan beraroma khas yang menggugah selera. Dengan membentuk daun pisang sedemikian rupa (pincuk, tum/ genem, takir, sudi) akan memudahkan dalam menuang makanan.
Daun pisang juga bisa dipakai sebagai salah satu bahan untuk spa (spa daun pisang), karena sifat daun pisang yang berlapiskan lilin dan mengandung polifenol.
Buah Pisang
Buah pisang adalah buah yang mengandung karbohidrat dan mineral terutama Kalium.
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat.
Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.
Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.
Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat.
Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.
Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.
Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi.
Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.
Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.
Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari. (sebagian diambil dan diolah dari wikipedia)
Dari hal tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pohon pisang merupakan pohon yang sangat bermanfaat, tidak egois dan mudah dibudidayakan dengan daya adaptasi yang sangat tinggi.
Januari 22, 2010 at 13:36
mantap dah pisang… makanan favorit olahragawan